Ketua Masyarakat Sipil Anti Korupsi Kota Dumai, Edo Yulihendri (foto : dok)
JAKARTA – Resah melihat uang rakyat disalahgunakan oleh oknum tertentu dengan dalih kepentingan masyarakat, Masyarakat Sipil Anti Korupsi (MASAKO) menyelenggarakan seminar anti korupsi yang diagendakan pada 21 Januari 2026, dengan mengangkat isu, “Uang rakyat jangan disalah gunakan”.
Selain menghadirkan beberapa pembicara atau pegiat hukum lokal, panitia juga mendatangkan narasumber dari luar kota. Bahkan panitia penyelengara telah menghubungi divisi pencegahan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).
Ketua Masyarakat Sipil Anti Korupsi Kota Dumai, Edo Yulihendri saat ditemui menjelaskan, pihaknya sengaja menggelar seminar anti korupsi. Karena banyak persoalan hukum yang terjadi akibat penyalahgunaan uang rakayat dengan dalih kepentingan masyarakat.
“Kita lihat dengan mata telanjang, penyelengara atau pemangku kebijakan menghambur-hamburkan uang rakyat dengan dalih untuk kepentingan masyarakat . Padahal kepentingan pribadi dan kelompok,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Suarakejaksaan.com, Senin (19/1/2026).
Menurut ketua Keluarga Besar Putra Putri Abyasa Jalasena Riau ini, potensi menyalahgunakan uang rakyat sangat besar, misalnya pelaksanaan proyek pembangunan yang kurang bermanfaat tapi tetap dikerjakan, proyek drainase yang tidak tepat sasaran serta pembangunan yang tidak ada manfaatnya.
“Banyak proyek dibangun namun tidak bisa dimanfaatkan maka terjadi pemubaziran anggaran,” jelas Edo.
Selain itu, akibat kegiatan yang kurang bermanfaat akhirnya tergelincir kedalam pusaran hukum, salah satu contoh, proyek pengadaan alat medis MOT (Moduler Operation Theater) saat ini sedang dalam proses di Kejaksaan Negeri Dumai.
“Beberapa alat medis yang anggaran belanjanya menggunakan anggaran daerah kini terbaring ( rusak ) di ruangan karena lama tidak dioperasikan, padahal nilai belanjanya miliaran rupiah,” pungkasnya.
Selain itu, pembangunan beberapa pasar baik pasar Lepin, pasar Kelakap Tujuh maupun Pulau Payung (pasar buah) menyisakan persoalan baru, bahkan ada pasar yang telah siap di bangun hingga kini masih terbengkalai.
“Ini bentuk pemborosan anggaran. Proyek dikerjakan tanpa studi dan perencanaan yang matang akibatnya hingga kini terbengkalai,” ujar Edo.
Atas dasar itu, pihaknya sengaja menggelar Seminar Anti Korupsi dengan tema jangan salah gunakan uang rakyat agar pemangku kepentingan bisa membuka hati dalam mengunakan uang rakyat.
“Kita berharap dengan seminar anti korupsi nanti, pejabat tidak lagi menghambur hamburkan uang rakyat dengan dalih kepentingan masyarakat. Hentikan menyalahgunakan uang rakyat,” pungkas Edo Yulihendri. (*)
Awaluddin Awe








Komentar